Sabtu, 07 Januari 2017

Rangkuman Pertemuan ke-1 Etika Bisnis#

NAMA                        : Aisyah Rizana Rahmah
NPM                           : 10213505
KELAS                       : 4EA18
MATA KULIAH        : ETIKA BISNIS #
TUGAS                       : Rangkuman Materi 1
MATERI                     : 1. Prinsip etika dalam bisnis serta etika dan lingkungan.
                                      2. Model etika dalam bisnis, sumber nilai etika, dan faktor-faktor yang
                                          mempengaruhi etika manajerial.
                                      3. Norma dan etika dalam pemasaran, produksi, manajemen sumber daya
                                          Manusia dan finansial.

PRINSIP ETIKA DALAM BISNIS
SERTA ETIKA DAN LINGKUNGAN
Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos”  yang berarti adat istiadat atau kebiasaan, sehingga hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai , tata cara hidup yang baik, aturan hidup baik dan segala kebiasaan yang dianut dan di wariskan dari satu orang keorang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain.
Relavansi Etika Bisnis dan Keuntungan
      Bisnis adalah kegiatan ekonomis. hal-hal yang terjadi dalam kegiatan ini adalah tukar-menukar, jual beli, memproduksi-memasarkan, bekerja-mempekerjakan, serta interaksi manusiawi lainnya, dengan tujuan memperoleh keuntungan. Dapat dikatakan bahwa tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan.
      Sonny Keraf menyatakan etika bisnis justru hanya memiliki relevansi bagi para pelaku bisnis yang menginginkan bisnisnya sukses dan bertahan lama. Dalam konteks bisnis yang kompetitif, setiap perusahaan berusaha untuk unggul berdasarkan kekuatan objektifnya.
      Dalam kaitan dengan hal itu, satu hal penting dalam persaingan bisnis yag ketat adalah membangun relasi bisnis. Relasi bisnis hanya mungkin dijalin dan dipertahankan atas dasar kepercayaan. Kepercayaan hanya bisa dibuktikan dan ditunjang oleh nilai-nilai moral yang nyata, seperti kejujuran, saling menghargai, kesetiaan, pelayanan yang baik, dan seterusnya.
Prinsip-Prinsip Umum Etika Bisnis
      Tanpa mengabaikan kekhasan sistem nilai dari setiap masyarakat bisnis, Sonny Keraf menyebutkan secara umum terdapat lima prinsip etika bisnis, Yaitu :
      1. Prinsip otonomi
      2. Prinsip kejujuran
      3. Prinsip keadilan
      4. Prinsip saling menguntungkan
      5. Prinsip integritas moral.
           
Etos Bisnis
      Etos bisnis adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Inti dari etos bisnis :
·         pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai,
·         norma,
·         prinsip moral tertentu  
Wujud dari etos bisnis :
·         pelayanan,
·         pengutamaan mutu,
·         disiplin, kejujuran,
·         tanggung jawab
Pendekatan Stakeholders
      Stakeholders adalah semua pihak terkait yang berkepntingan dengan kegiatan suatu bisnis atau perusahaann. Pada umumnya ada dua kelompok stakeholdes, yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer terdiri dari pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok, penyalur, dan konsumen. Sedangkan kelompok sekunder terdiri dari pemerintah setempat pemerintah asing, media massa, kelompok sosial, masyarakat setempat, serta masyarakat pada umumnya.
Ada 2 macam norma dalam etika, yaitu :
·         Norma Khusus : Aturan yang berlaku pada bidang pendidikan,  ekonomi dan     bidang- bidang lainnya.
·         Norma Umum : Adalah sebuah norma yang bersifat umum atau universal. Pada norma ini meliputi : Norma Sopan Santun, Norma Hukum, Norma Moral
Teori Etika
Ada 2 macam teori etika, yaitu :
1. Teori Deontologi
      Barsal dari bahasa Yunani , Deon yang artinya kewajiban. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik.
2. Etika Teologi
      Adalah etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dengan tindakan itu atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tidakan yang dilakukan.




MODEL ETIKA DALAM BISNIS, SUMBER NILAI ETIKA, DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIKA MANAJERIAL
Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Etika Bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.
Tiga pendekatan dasar/ tiga metode pendekatan dasar dalam dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
·         Utilitarian Approach 
·         Individual Rights Approach 
·         Justice Approach 
Sedangkan model etika dalam bisnis pada umumnya terbagi menjadi 3, yaitu :
Menurut Carroll dan Buchollz (2005) dalam Rudito (2007:49) membagi tiga tingkatan manajemen dilihat dari cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya :
1.      Immoral Manajemen
2.      Amoral Manajemen
Ada dua jenis lain manajemen tipe amoral ini, yaitu :
•         Pertama, manajer yang tidak sengaja berbuat amoral (unintentional amoral manager).
•         Kedua, tipe manajer yang sengaja berbuat amoral.
3.      Moral Manajemen
Etika bisnis yang harus dipahami dan dilakukan para profesional, antara lain:
·         Sebutkan nama lengkap
·         Berdirilah saat memperkenalkan diri
·         Ucapkan terima kasih secukupnya
·         Kirim ucapan terima kasih lewat email setelah pertemuan bisnis
·         Jangan duduk sambil menyilang kaki
·         Tuan rumah yang harus membayar
Prinsip-prinsip etika bisnis menurut Coux Round Table
- Tanggung jawab dalam hal yang dikerjakan
- Dalam aspek berbisnis harus menuju inovasi, keadilan, dan komunitas dunia
- Saling percaya dalam perilaku
Sumber-Sumber Nilai Etika
• Agama
• Filsafat
• Pengalaman dan Perkembangan Budaya
• Hukum
Pengertian Etika Manajerial
           Etika Manajerial adalah keputusan manajemen untuk membicarakan apa yang baik dan buruk dan apa tugas dan kewajiban moral dan sebagai sebuah studi bagaimana keputusan kita mempengaruhi orang lain dalam pekerjaan mereka serta lingkungnnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Etika Manajerial sebagai berikut :
  • Ciri-ciri individu (ex: leadership)
  • Variabel-variabel struktural.
  • Budaya organisasi
·         Tempat Kendali (locus of control)
·         Strategi dan Performasi

NORMA DAN ETIKA DALAM PEMASARAN, PRODUKSI, MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN FINANSIAL
Etika pemasaran dalam konteks produk:
·         Produk yang dibuat berguna dan dibutuhkan masyarakat.
·         Produk yang dibuat berpotensi ekonomi atau benefit
·         Produk yang dibuat bernilai tambah tinggi
·         Produk yang dapat memuaskan masyarakat
Etika pemasaran dalam konteks harga:
·         Harga diukur dengan kemampuan daya beli masyarakat.
·         Perusahaan mencari margin laba yang layak.
·         Harga dibebani cost produksi yang layak.
Etika pemasaran dalam konteks tempat / distribusi:
·         Barang dijamin keamanan dan keutuhannya.
·         Konsumen mendapat pelayanan cepat dan tepat.
Etika Pemasaran dalam konteks promosi :
·         Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif.
·         Sabagai sarana untuk membangun image positif.
·         Tidak ada unsur memanipulasi atau memberdaya konsumen.
·         Selalu berpedoman pada prinsip kejujuran.
·         Tidak mengecewakan konsumen.
Iklan : Bentuk komunikasi tidak langsung yg didasari pada informasi tentang keunggulan suatu produk sehingga mengubah pikiran konsumen untuk melakukan pembelian.
Fungsi Iklan : Iklan sebagai pemberi informasi dan pembentuk pendapat umum tentang sebuah produk yang ditawarkan di pasar.

 Prinsip – prinsip Etis Dalam Iklan
·         Iklan tidak boleh menyampaikan informasi yang palsu
·         Iklan wajib menyampaikan semua informasi tentang produk yang diiklankan.
·         Iklan tidak boleh mengarah pada pemaksaan.dan mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan moralitas.

·         Etika bisnis di Bidang Pemasaran Dalimunthe (2004)
1.      Pengendalian Diri
2.      Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility)
3.      Mempertahankan Jati Diri
4.      Menciptakan Persaingan yang Sehat
5.      Menerapkan Konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
6.      Menghindari Sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7.      Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar
8.      Menumbuhkan Sikap Saling Percaya antar Golongan
9.      Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan main Bersama
10.  Memelihara Kesepakatan
11.  Menuangkan ke dalam Hukum Positif

Rabu, 28 Desember 2016

ETIKA BISNIS

NAMA                        : Aisyah Rizana Rahmah
NPM                           : 10213505
KELAS                       : 4EA18
MATA KULIAH         : ETIKA BISNIS #

ETIKA BISNIS
            Kali ini saya selaku penulis akan membahas topik mengenai etika bisnis. Sebelum membahas mengenai kasus yang biasanya terjadi dalam etika bisnis, ada baiknya membahas definisi dari etika bisnis itu sendiri.

·         Etika Bisnis               
Pertama adalah kata etika, Menurut bahasa Yunani, kata etika berawal dari kata ethos yang   memiliki arti sikap, perasaan, akhlak, kebiasaan, watak. Kata kedua adalah bisnis, yang diartikan sebagai suatu usaha. (http://bisnisi.com/pengertian-definisi-tujuan-dan-fungsi-etika-bisnis/ dikutip pada pukul 11 :38 )
 Jika kedua kata tersebut dipadukan, yaitu etika bisnis maka dapat didefinisikan sebagai cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Kasus yang akan dibahas dalam penulisan ini ialah “FAKE GPS” yang dilakukan oleh pengemudi yang tergabung dalam aplikasi perusahaan G**b dengan jenis nya ialah “G**B C*R” dan pihak yang dirugikan ialah saya sendiri selaku penulis sebagai konsumen dari grab car yang mengalami hal tersebut.
Pada pukul 21.31 saya melakukan pemesanan Grab car dengan tujuan pulang ke rumah saya di jl.n********* Kode pemesanan ADR-8510389-2-076 dengan driver g**b c** berinisial “MS” ( T****a A****a ) plat nomor B **** EOQ. Selang waktu kurang lebih 15 menit di aplikasi tertera bahwa driver mengaku sudah sampai di tujuan untuk menjemput saya dan mengantarkan saya ketempat tujuan. Setelah 30 menit berlalu pengemudi tersebut tidak kunjung datang berhubung saya tidak memiliki pulsa akhirnya saya menghubungi via grab chat menanyakan keberadaan nya tetapi tidak dibaca dan hanya terkirim saja. Setelah 20 menit kemudian dengan total waktu menunggu 1jam 5menit di dalam aplikasi driver tersebut mengaku sudah mengantar saya ketempat tujuan karena muncul pemberitahuan untuk memberikan rating. Saya merasa ada yang aneh dan ternyata iya driver tersebut telah melakukan kebohongan dan penipuan pada saya dan perusahaan yang menaungi nya yaitu “G**B” dengan melakukan “FAKE GPS” di aplikasi tersebut yang menunjukkan bahwa dia sudah menjemput dan mengantarkan saya sesuai dengan tujuan.
Di dalam etika bisnis mengandung beberapa prinsip-prinsip salah satu nya ialah prinsip kejujuran dimana dalam kasus ini driver tersebut tidak menerapkan prinsip kejujuran serta prinsip saling menguntungkan karena akibat dari “FAKE GPS” yang di lakukan oleh driver tersebut merugikan perusahaan yang menaungi nya dan konsumen.
Dalam kasus tersebut menunjukkan bahwa driver tidak memiliki etika berbisnis dalam bidang jasa yang baik, karena telah melakukan kebohongan dan penipuan dengan cara “FAKE GPS”. Sikap yang ditunjukkan oleh driver tersebut sangat jauh dari etika kesopanan yang seharusnya dilakukan dalam berbisnis. Namun perusahaan yang menaungi nya sudah cukup baik, merespon dengan cepat dan memberitahukan pada saya selaku konsumen bahwa driver tersebut akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku dalam perusahaan.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kasus ini bahwa driver tersebut tidak memiliki etika bisnis yang baik dengan perusahaan dan konsumen nya. Serta menimbulkan ketidak nyamanan, dan hlangnya kepercayaan dari konsumen. Perusahaan yang menaungi driver tersebut memiliki etika berbisnis yang baik dengan segera merespon keluhan konsumen. Pihak perusahaan harusnya memiliki etika bisnis yang baik apabila ingin perusahaan nya tetap berjalan sesuai dengan seharusnya. Kekurangan nya pihak perusahaan merespon otomatis keluhan konsumen dengan isi yang (sama) otomatis dari costumer service.

Saya selaku penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan. Penulisan ini tidak bermaksud menyinggung atau merugikan pihak manapun. Penulisan ini hanya untuk pemenuhan tugas mata kuliah etika bisnis dan untuk bahan pertimbangan dari konsumen lain untuk lebih berhati-hati.